Pekerja Mogok, Manajemen Freeport Kecewa

(TEMPO Interaktif)

Timika – Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) menyayangkan aksi mogok ribuan pekerja di perusahaan tambang ini, Kamis, 15 September 2011.

Juru bicara PT Freeport Indonesia, Ramdhani Sirait, dalam pernyataannya yang dikirim melalui pesan pendek kepada wartawan di Timika, menyatakan manajemen PT Freeport Indonesia kecewa dengan sikap Pengurus Unit Kerja-Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK-FSP KEP SPSI) yang memutuskan untuk melakukan pemogokan.

“Kami telah mengutarakan keinginan kami agar perundingan dapat dilanjutkan dan diselesaikan tepat pada waktu,” kata Ramdhani.

Menurut dia, kalau mengacu Keputusan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Nomor 48/MEN/IV/2004, jika tidak ada kata sepakat, perundingan bisa dilanjutkan dengan penambahan waktu maksimal 30 hari.

Ketika dikonfirmasi terkait keberatan manajemen Freeport dengan aksi mogok ini, Sekretaris Jenderal PUK-FSP KEP SPSI Albar mengatakan pihaknya akan segera menyatakan sikap resmi dalam sebuah konferensi pers. “Kami melalui juru bicara kami akan menyatakan secara resmi dalam konferensi pers,” kata Albar.

Hingga Kamis petang, ribuan pekerja Freeport sudah berdatangan di Kota Timika dari areal kerja mereka di mil 74 Tembagapura dan dari wilayah Portsite (pelabuhan milik Freeport).

Rencananya, ribuan pekerja Freeport ini akan menggelar aksi damai di poros jalan Kota Kualakencana di gerbang kota milik Freeport ini.

TJAHJONO EP

Bookmark the permalink.

Comments are closed.