Malaysia sudah terlalu lama bayar murah PRT

Masyarakat Malaysia sudah terlalu lama menggaji murah pembantu rumah tangga sehingga mereka bereaksi atas ketentuan baru untuk mendapatkan pembantu asal Indonesia.

“Perubahan apa pun bentuknya yang menganggu comfort zone  pasti mengundang reaksi walaupun itu untuk kebaikan bersama,” ungkap Kepala Bidang Penerangan, Sosial, Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Suryana Sastradiredja di Kuala Lumpur, Sabtu.

Selama ini, menurut dia, para pekerja domestik Indonesia melakukan pekerjaan mulai dari membersihkan rumah, menjaga anak, merawat orang tua, merawat kebun, mencuci pakaian bahkan hingga memberi makan dan mengajak jalan-jalan hewan peliharaan (dog taker).

Bahkan, lanjutnya, setelah selesai bekerja di rumah majikan kemudian disuruh bekerja lagi di restoran atau rumah makan dan bahkan tidak jarang juga dipinjamkan ke saudara-saudaranya atau tetangganya untuk membantu membersihkan rumah.

Suryana mengatakan, memang tidak mudah untuk mengubah pola pikir rakyat Malaysia yang sudah lama terlena ini dengan segala kemudahan yang didapat.

“Dalam kaitan ini, pekerja domestik perlu dilindungi hak dan kewajibannya dan harus dihindari dari eksploitasi yang berlebihan,” ungkapnya.

Suryana menegaskan pekerjaan terhadap tugas-tugas non-rumah tangga juga untuk melindungi para majikan sendiri karena dapat dibayangkan apabila seorang PRT (pekerja rumah tangga) yang mempunyai keahlian masak tiba-tiba harus menjaga anak atau orangtua.

“Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tentunya para majikan tidak menginginkannya. Demikian juga PRT tidak dapat dituntut karena dia mengerjakan yang bukan pekerjaannya,” tegas dia.
(N004)

(Sumber: AntaraNews)

Bookmark the permalink.

Comments are closed.